Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

The Top 100 Best Fonts Of All Time

download here: The Top 100 Best Fonts Of All Time

Top 100 Best Fonts Of All Time

Below you will find the full list of the best 100 fonts along with the designer & the year in which they were designed.

1. Helvetica [1957 - Max Miedinger]
2. Garamond [1530 - Claude Garamond]
3. Frutiger [1977 - Adrian Frutiger]
4. Bodoni [1790 - Giambattista Bodoni]
5. Futura [1927 - Paul Renner]
6. Times [1931 - Stanley Morison]
7. Akzidenz Grotesk [1966 - G nter Gerhard Lange]
8. Officina [1990 - Erik Spiekermann]
9. Gill Sans [1930 - Eric Gill]
10. Univers [1954 - Adrian Frutiger]
11. Optima [1954 - Hermann Zapf]
12. Franklin Gothic [1903 - Morris Fuller Benton]
13. Bembo [1496 - Francesco Griffo]
14. Interstate [1993 - Tobias Frere-Jones]
15. Thesis [1994 - Lucas de Groot]
16. Rockwell [1934 - Frank H. Pierpont]
17. Walbaum [1800 - Justus Walbaum]
18. Meta [1991 - Erik Spiekermann]
19. Trinit [1982 - Bram De Does]
20. Din [1926 - Ludwig Goller]
21. Matrix [1986 - Zuzana Licko]
22. OCR [1965 - American Type Founders]
23. Avant Garde [1968 - Herb Lubalin]
24. Lucida [1985 - Chris Holmes / Charles Bigelow]
25. Sabon [1964 - Jan Tschichold]
26. Zapfino [1998 - Hermann Zapf]
27. Letter Gothic [1956 - Roger Roberson]
28. Stone [1987 - Summer Stone]
29. Arnhem [1998 - Fred Smeijers]
30. Minion [1990 - Robert Slimbach]
31. Myriad [1992 - Twombly & Slimbach]
32. Rotis [1988 - Olt Aicher]
33. Eurostile [1962 - Aldo Novarese]
34. Scala [1991 - Martin Majoor]
35. Syntax [1968 - Hans Eduard Meier]
36. Joanna [1930 - Eric Gill]
37. Fleishmann [1997 - Erhard Kaiser]
38. Palatino [1950 - Hermann Zapf]
39. Baskerville [1754 - John Baskerville]
40. Fedra [2002 - Peter Bil'ak]
41. Gotham [2000 - Tobias Frere-Jones]
42. Lexicon [1992 - Bram De Does]
43. Hands [1991 - Letterror]
44. Metro [1929 - W. A. Dwiggins]
45. Didot [1799 - Firmin Didot]
46. Formata [1984 - Bernd M llenst dt]
47. Caslon [1725 - William Caslon]
48. Cooper Black [1920 - Oswald B. Cooper]
49. Peignot [1937 - A. M. Cassandre]
50. Bell Gothic [1938 - Chauncey H. Griffith]
51. Antique Olive [1962 - Roger Excoffon]
52. Wilhelm Klngspor Gotisch [1926 - Rudolf Koch]
53. Info [1996 - Erik Spiekermann]
54. Dax [1995 - Hans Reichel]
55. Proforma [1988 - Petr van Blokland]
56. Today Sans [1988 - Volker K ster]
57. Prokyon [2002 - Erhard Kaiser]
58. Trade Gothic [1948 - Jackson Burke]
59. Swift [1987 - Gerald Unger] steel casting
60. Copperplate Gothic [1901 - Frederic W. Goudy]
61. Blur [1992 - Neville Brody]
62. Base [1995 - Zuzana Licko]
63. Bell Centennial [1978 - Matthew Carter]
64. News Gothic [1908 - Morris Fuller Benton]
65. Avenir [1988 - Adrian Frutiger]
66. Bernhard Modern [1937 - Lucian Bernhard]
67. Amplitude [2003 - Christian Schwartz]
68. Trixie [1991 - Erik van Blokland]
69. Quadraat [1992 - Fred Smeijers]
70. Neutraface [2002 - Christian Schwartz]
71. Nobel [1929 - Sjoerd de Roos]
72. Industria [1990 - Neville Brody]
73. Bickham Script [1997 - Richard Lipton]
74. Bank Gothic [1930 - Morris Fuller Benton]
75. Corporate ASE [1989 - Kurt Weidemann]
76. Fago [2000 - Ole Schafer]
77. Trajan [1989 - Carol Twombly]
78. Kabel [1927 - Rudolf Koch]
79. House Gothic 23 [1995 - Tal Leming]
80. Kosmik [1993 - Letterror]
81. Caecilia [1990 - Peter Matthias Noordzij]
82. Mrs Eaves [1996 - Zuzana Licko]
83. Corpid [1997 - Lucas de Groot]
84. Miller [1997 - Matthew Carter]
85. Souvenir [1914 - Morris Fuller Benton]
86. Instant Types [1992 - Just van Rossum]
87. Clarendon [1845 - Benjamin Fox]
88. Triplex [1989 - Zuzana Licko]
89. Benguiat [1989 - Ed Benguiat]
90. Zapf Renaissance [1984 - Hermann Zapf]
91. Filosofia [1996 - Zuzana Licko]
92. Chalet [1996 - House Industries]
93. Quay Sans [1990 - David Quay]
94. C zanne [1995 - Michael Want, James Grieshaber]
95. Reporter [1938 - Carlos Winkow]
96. Legacy [1992 - Ronald Arnholm]
97. Agenda [1993 - Greg Thompson]
98. Bello [2004 - Underware]
99. Dalliance [2000 - Frank Heine]
100. Mistral [1953 - Roger Excoffon]

Creative Sales, “Nyeleneh” Ala Pringsewu

Beberapa waktu lalu saya kebetulan mendapatkan tugas dinas keluar kota tepatnya ke daerah Cilacap – Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan saya memperhatikan terdapat banyak iklan “Sign Board” mengenai keberadaan sebuah restoran di salah satu kawasan rute jalan di Jawa Tengah yang akan saya lewati.

Dan bagi beberapa orang yang sering melakukan perjalanan ke daerah Jawa Tengah saya kira sudah bisa membaca apa nama restoran tersebut, terlebih bagaimana upaya promosi yang dilakukan restoran tersebut dengan memasang banyak iklan “Sign Board” *(dalam hal ini : material promosi berupa copywriting dan penunjuk arah yang diaplikasikan dalam media sederhana seperti papan kayu) di hampir setiap beberapa kilometer.

Bisa saya pahami upaya restoran tersebut dalam melakukan aktifitas promosi yang menurut saya sangat massive dan sedikit “nyeleneh”. Kita perhatikan saja secara geografis *(walaupun keberadaan restoran pringsewu juga terdapat di beberapa lokasi strategis di beberapa Kota di kawasan Jawa Tengah diantaranya Kota Solo dan Yogyakarta) keberadaan resto yang salah satunya berada tepat di jalur transportasi darat Trans Provinsi secara geografis rata-rata didominasi oleh rute jalan yang panjang, berbelok, terkadang cenderung menjenuhkan.

Berkaca pada kondisi tersebut saya kira upaya promosi melalui iklan “Sign Board” yang dipasang secara massive di setiap berapa kilometer jalur tersebut merupakan salah satu upaya promosi yang layak untuk dilakukan, kenapa? “Selain cost promosi yang sangat rendah dikarenakan iklan sign board ini berbeda dengan iklan media luar ruang lainnya seperti baligho / billboard yang mengharuskan kita membayar pajak besar, pemasangan iklan sign board yang dilakukan sangat massive juga bisa menimbulkan efek awarness yang diulang-ulang terlebih kondisi jalan yang sangat panjang. Dengan demikian saya kira strategi promosi ini worth to try, terlebih untuk sebuah bisnis yang tidak memiliki alokasi budget khusus untuk aktifitas promosi”.

Masih mengenai “Sign Board” selain pemasangannya yang dilakukan secara massive, hal lainnya menjadi perhatian adalah penggunaan material copywriting yang menurut saya sedikit “Nyeleneh”.

“Awas Lalat, Makan Makanan Bersih” Pringsewu 50 KM
“Awas Typus, Makan Makanan Bersih” Pringsewu
“Awas Ayam Tiren, Pilih Makanan Sehat” Pringsewu 10 KM
“Awas Daging Glonggongan, Makan Makanan Sehat” Pringsewu 

Nah jika biasanya dalam sebuah iklan media luar ruang yang kita perhatikan adalah informasi mengenai produk dilengkapi dengan beberapa keterangan gambar yang menarik, hal tersebut tidak akan kita temukan walaupun dalam iklan “Sign Board” pringsewu yang sebelumnya saya sebutkan sedikit “Nyeleneh” karena dalam iklan tersebut kita tidak disuguhkan informasi mengenai pringsewu (misal : menu favorit di pringsewu “Nikmati Ayam Bakar Citarasa Jawa Tengah”, fasilitas di restoran pringsewu “Playground & Rest Area Untuk Keluarga Anda”, harga dan paket promosi tertentu “Ayam Bakar Bumbu Jawa & Lemon Tea Hanya Rp.15.000,-”), namun lebih pada pencantuman kalimat-kalimat yang menurut saya pribadi ketika membacanya sedikit menggelitik.

 “Secara psikologis mungkin penggunaan kalimat tersebut bisa menimbulkan rasa penasaran dan rasa ingin tahu seperti apa itu pringsewu, nah jika target pringsewu hanya sekedar awarness dan mendatangkan konsumen mungkin strategi yang diterapkan bisa dianggap cukup berhasil. Namun jika kita bahas lebih spesifik pada faktor lainnya seperti membangun positioning dan asosiasi merk yang spesifik “sebut saja misal rumah makan dengan cita rasa jawa tengah” juga faktor percive quality “konsumen datang dikarenakan memang ingin menikmati olahan masakan khas jawa tengah ala pringsewu”, saya kira upaya yang mereka lakukan melalui iklan “Sign Board” ini perlu dikaji kembali khususnya dalam konten copywriting”.

Sederhananya mungkin terdapat beberapa konsumen yang secara psikologis khususnya yang pertama kali membaca akan memiliki rasa penasaran dan muncul rasa ingin tahu dalam dirinya, namun disatu sisi juga saya memiliki pandangan bagi sebagian orang jika dihadapkan dengan material copywriting yang sedikit “Nyeleneh” mungkin akan langsung muncul rasa ketidak tertarikan bahkan bukan hal yang tidak mungkin jika terbangun persepsi negatif.

Jika kita berbicara Creativesales, salah satu upaya yang dilakukan oleh pringsewu dengan “Sign Board” tersebut saya kira merupakan upaya promosi yang cukup Worth To Try seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, dan mungkin itu salah satu contoh sederhana penerapan kreatifitas “dalam hal ini ide-ide Nyeleneh” kedalam bentuk aktifitas marketing (promosi) “dalam hal ini Sign Board”.

Selain Low Cost dan dilakukan secara Massive, iklan “Sign Board” dengan copywritingnya yang sedikit “Nyeleneh” seringkali mengalihkan perhatian kita yang melihatnya. Namun jika output yang ingin dihasilkan tidak hanya sekedar awarness saja, tapi meliputi asosiasi merk, percived quality, dan positioning maka saya kira material copywriting tersebut harus lebih disesuaikan. Jadi apakah anda tertarik untuk mampir? “Awas Ayam Tiren, Pilih Makanan Sehat” Pringsewu 10 KM

Sumber gambar: id-id.facebook.com

sumber: creative sales

Ide-Ide Kreatif yang Mampu Mengubah Kota Menjadi Lebih Hidup

Pada tahun 2012, TED Prize memberikan hadiah sebesar masing-masing $10.000 kepada sepuluh pemenang untuk mendanai local project yang akan mendukung penciptaan City 2.0.Sebuah pencarian ide-ide cemerlang, pekerjaan pada tingkat akar rumput untuk membuat kota lebih indah dengan kualitas hidup tinggi dan berkelanjutan. TED Prize akan membuat sebuah platform yang memungkinkan warga dari seluruh dunia berpartisipasi dalam penciptaan City 2.0. Platform ini akan merangsang, menghubungkan dan memberdayakan individu dan komunitas di seluruh dunia.




City 2.0 merupakan semacam global Wikipedia yang menghubungkan warga, para pemimpin politik, ahli perkotaan, perusahaan dan organisasi non profit dengan tujuan:


1. Mengurangi kesenjangan antara masyarakat miskin dan kaya


2. Mengurangi emisi karbon


3. Meningkatkan kualitas hidup


4. Memberdayakan kewirausahaan


5. Meningkatkan kualitas pendidikan


6. Meningkatkan kesehatan.


City 2.0 diharapkan akan menjadi jaringan antar warga diseluruh dunia dengan ide-ide kreatif yang terus berkembang, yang akan terus melakukan evaluasi dan pembelajaran dari pengalaman. Selanjutnya adalah kisah-kisah menarik dari berbagai kota di seluruh dunia, cerita bagaimana ide-ide kreatif mereka memberikan kontribusi kepada masyarakat di kota. I am the City 2.0. Dream me. Build me. Make me real.






1. Berlin, Germany





Pada ulang tahun ke 775 kota Berlin, sebuah tim yang terdiri dari 8 seniman membuat peta raksasa di tengah alun-alun kota. Peta sepanjang 2.500 meter ini dibuat dengan skala 1:775. Pada tanggal 25 Agustus bulan lalu, para pengunjung dapat berjalan di atas peta, mencari lokasi dimana rumah mereka berada dan menunjukkannya kepada para turis yang sedang berada di Berlin.









Via: The Atlantic






2. Manhattan, United States


John Locke, seorang arsitek lulusan Columbia University memiliki ide kreatif dengan mengubah telepon umum koin di daerah kota Manhattan menjadi rak-rak penuh dengan buku. Konsep yang dipelopori oleh Locke’s Imaginary Departement of Urban Betterment ini bertujuan untuk berbagi kepada warga kota Manhattan dengan meminjamkan buku gratis.






Peminjam buku diharapkan mengganti buku yang mereka pinjam dengan buku berbeda yang mereka miliki di hari berikutnya. Konsep perpustakaan telepon umum gratis ini masih memiliki banyak kendala. Beberapa koleksi buku yang dipinjam terkadang tidak kembali atau beberapa kali mengalami perusakan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Walaupun masih jauh dari ideal, Locke tetap berencana untuk menambah perpustakaan telepon ini ke beberapa tempat. Dengan bekal kemampuannya dari Universitas Columbia, John Locke berencana membuat rak buku dengan desain yang lebih kuat untuk mencegah perusakan perpustakaan.


Via: New York Times






3. Agueda, Portugal





Pada bulan Juli yang lalu, di kota Agueda (sebuah kota di Portugis) beberapa ruas jalan dihiasi dengan payung penuh dengan warna. Payung-payung yang menghiasi jalanan ini seolah-olah terlihat melayang. Instalasi ini merupakan ide kreatif dewan kota dan merupakan bagian dari festival seni Agitagueda.









Via: My Modern Met






4. New York City, United States


Urban Agriculture atau pertanian perkotaan telah menjadi trend di kota New York, AS dengan lebih dari 700 produsen penghasil makanan. Kota New York telah berubah dari atap-atap bangunan, halaman sekolah dan taman yang kosong menjadi tempat bagi tumbuhnya makanan. Aktivitas yang berkaitan dengan pertanian perkotaan banyak memberikan kontribusi bagi kesehatan warga kota, manfaat sosial, ekonomi dan ekologi.






Akan tetapi, instansi pemerintah yang berkaitan dengan pertanian perkotaan belum memberikan kebijakan atau peraturan untuk mengkoordinasikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan pertanian perkotaan.






Pada tahun 2009, Design Trust for Public Space menyerukan untuk meningkatkan ruang publik di kota New York, dengan masukan dari berbagai organisasi di seluruh kota. Organisasi ini bertujuan untuk membentuk suatu kerangka kerja bersama dan mengembangkan suatu alat yang dapat mengorganisir segala aktivitas pertanian di perkotaan, mengevaluasi dampak sosial, ekonomi serta manfaat ekologi. Selain itu organisasi ini juga bertujuan mengembangkan rekomendasi kebijakan yang dapat membantu pertanian perkotaan supaya menjadi suatu industri berkelanjutan.


Via: Five Borough Farm






5. Kampala, Uganda


Ruganzy Bruno Tusingwire, seorang seniman dan aktivis pemberdayaan masyarakat memiliki ide kreatif dan imajinatif dengan mengajak bermain anak-anak dari negara asalnya, Uganda. Hal ini dilakukan dengan cara mengubah ribuan botol air plastik menjadi taman hiburan di mana anak-anak yang tinggal di daerah kumuh dapat bermain dan belajar.






Selain terkenal dengan kemiskinan dan kurangnya akses terhadap pendidikan yang memadai, setidaknya 3.000 anak di daerah Uganda bagian Utara terjangkit penyakit misterius “nodding disease.” Penyakit ini mengakibatkan pertumbuhan fisik pada anak menjadi lambat hingga gangguan mental dan para ahli di bidang kedokteran hingga saat ini belum menemukan jawaban atas penyakit ini.






Atas keprihatinan ini, Tusingwire merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi kepada anak-anak yang tinggal di daerah kumuh. Ide untuk membuat taman hiburan muncul ketika Tusingwire mempelajari Eco Art di Kyambago University. Bersama-sama dengan seniman lokal, mereka membuat taman hiburan dengan bahan yang mudah ditemukan, yaitu sampah plastik. Seniman Pauline Kael pernah berkata: “Sampah telah memberi kita semangat untuk berkesenian.” Di tangan seorang visioner seperti Tusingwire, seni mampu memberikan semangat hidup baru dan kreatifitas kepada anak-anak.


Via: The City 2.0






6. Rio De Janeiro, Brazil


Berada di tengah kota Rio De Janeiro, dua orang laki-laki memberikan kontribusi kepada masyarakat yang kurang mampu. Bersama dengan komunitas Santa Marta mereka membuat tempat-tempat kumuh di kota Rio de Janeiro menjadi bercahaya. Jeroen Koolhaas dan Dre Urhahn pada awalnya datang ke daerah favelas Brasil pada tahun 2005 untuk membuat film dokumenter musik hip hop untuk MTV, akan tetapi setelah project MTV selesai, duo Belanda yang dikenal sebagai Haas & Hahn memulai Favela Painting.









Mereka datang mewarnai daerah-daerah yang tidak terduga, atau mereka sering menyebutnya dengan istilah “outrageous works of art to unexpected places.” Pada setiap project mereka selalu melibatkan pemuda sekitar untuk ikut berpartisipasi sebagai bagian dari kesatuan yang tidak terpisah. Hasil karya kreatif mereka dapat dilihat pada website resmi Favela Painting atau di Facebook.


Via: Flavor Wire






7. Toronto, Canada





Menjelang Pan Am Games Toronto 2015, panitia acara sudah mulai mempromosikan acara dengan cara yang kreatif. (Pan American atau Pan Am Games adalah event olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade musim panas). Salah aspek dalam kampanye ini adalah piano. Sebanyak 41 piano diwarnai dengan warna yang mewakili negara-negara peserta Pan Am Games. Piano-piano ini kemudian didistribusikan ke lokasi yang berbeda di sekitar kota. Project ini dikenal dengan slogannya “Play Me, I’m Yours.” Pria dibalik ide kreatif ini adalah Lukas Jerram, yang telah tampil di beberapa kota di seluruh dunia.









Via: Torontoist






8. London, England


Selain di kota New York, pertanian perkotaan juga menjadi trend di kota London, Inggris. Sebuah tim yang terdiri dari seniman, engineering, sosiolog merubah sebuah pertanian perkotaan di kota London menjadi gaya hidup. Project yang dinamakan Farm:shop yang merupakan “London’s first urban farming hub” dengan menyediakan berbagai produk pertanian, perikanan, hasil laut yang dilengkapi dengan kafe.









Tim ini terdiri dari Andrew Merritt, Paul Symth dan Sam Henderson, yang membentuk sebuah kelompok bernama Something & Son. Mereka juga telah membuat karya instalasi patung dengan menggunakan furnitur dan tanaman dan mereka juga telah mengubah mobil menjadi sebuah taman. Semua karya mereka berfokus pada Eco Art dengan mengintegrasikan estetika dan manfaat pertanian, khususnya pertanian perkotaan.


Via: Fast Company






9. Adelaide, Australia


Crowdsourcing the Quiet adalah sebuah platform berbasis aplikasi smartphone dan web dimana orang dapat menemukan ruang yang tenang di kota. Jason Sweeney, pria yang memiliki ide kreatif ini kini bekerja sama dengan studio desain lokal Future FreeRange untuk mengembangkan aplikasi smartphone dan website. Baik menggunakan website atau aplikasi pada smartphone, kini orang dapat menemukan tempat-tempat yang tenang di kota Adelaide.




sumber


Wow Creative!! Polisi dari Kardus Berhasil Tipu Pengguna Jalan di India


Di Indonesia patung polisi sudah biasa ditemukan di pinggir jalan meski kini jumlahnya tak banyak lagi. Rupanya India juga memiliki ide serupa namun dengan bahan yang lain. Di India memajang banner dari kardus hasil print foto polisi di pinggir jalan. 

Pihak kepolisian membuat langkah kreatif tersebut untuk menurunkan angka kecelakaan di jalan. Hal itu sangat membantu karena kepolisian kesulitan menambah 3 ribu petugas lalu lintas untuk berjaga di jalan-jalan di seluruh India. Jalanan sibuk di kota Bangalore pun menjadi percobaan dan dinilai berhasil. 

"Polisi tidak bisa hadir di setiap jalan dan perempatan karena kami tidak memiliki kekuatan sebesar itu," kata komisaris polisi Dr. MA Saleem. "Kecenderungan dari pengguna jalan adalah setiap mereka melihat tidak ada petugas maka mereka mencoba melanggar peraturan lalu lintas." 

Ternyata penempatan banner dari kardus itu cukup efektif membuat pemakai jalan takut. Meski begitu tak sedikit yang merasa tertipu sehingga menimbulkan respon negatif dari publik. 

"Efeknya sudah cukup baik. Banyak orang ketika mereka melihat dari jarak yang agak jauh, mereka segera berputar balik," lanjut Saleem. "Bahkan salah satu pengendara mobil berbicara dengan banner itu." (wk/mr)

sumber : www.wowkeren.com



35 Creative Business Cards


The Flower Company





The Flower Company by kreujemy.to

ORIGAMI





ORIGAMI by Mohammed Mirza

Whitescape Corporate Identity





Whitescape Corporate Identity by Federico Landini

Coins Business Cards





Conins New Business Cards by Joshua M. Smith

Chets BBQ ID and business card





Chets BBQ ID and business card by Extra Credit Projects

Dr. Federico Alvarez Dentist Business Card





Dr. Federico Alvarez Dentist Business Card by La Coctelera

Mark Ramadans food blog business card





Mark Ramadans food blog business card by 23703051@N04

Christopher Paul - Graphic Design Illustration Business Card





Christopher Paul - Graphic Design Illustration Business Card by christopherpaul

Business Card





Business Card by dailypoetics



Business Card





Business Card by dailypoetics

Business Card





Business Card by laumette

Hairloss company Business card





Hairloss company Business card by SJROBZY

LiquidWorks Business Card





LiquidWorks Business Card by iTudor

Business Card Wood





Business Card Wood by fxseven

Business Card





Business Card by instantrust

cmyk business card





cmyk business card by plus1pxl

NinjaBTL business card 2





NinjaBTL business card 2 by sharaskk

Business card idea





Business card idea by mitch2004

Business Card





Business Card by 1ceGoD

Business card





Business card by PostaL2600

Business Card





Business Card by Anoodii

Business Card





Business Card by Anarkysth

Zonamusical Business Card





Zonamusical Business Card by EAMejia

MultiMiller Playing Card





MultiMiller Playing Card by multimiller

GKGD Business card





GKGD Business card by goofymne

Business Card v2





Business Card v2 by DesignersJunior

SNAP Business Card





SNAP Business Card by KaixerGroup

Cafe Java Business Card





Cafe Java Business Card by tasteofink

Business Card





Business Card by tasteofink

Business Card





Business Card by tasteofink

Undersized Recession Business Cards





Undersized Recession Business Cards by Leo Rosa Borges



Find more Photoshop resources...