Tampilkan postingan dengan label logo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label logo. Tampilkan semua postingan

Warna Logo & Efek Psikologisnya

















Warna selalu membangkitkan reaksi emosional. Beberapa orang lebih menyukai warna tertentu seperti merah, putih, biru atau hitam sedangkan sebagian lagi tidak menyukai warna tersebut karena itulah peran warna menjadi sangat krusial dan penting dalam menyampaikan pesan dalam dunia komuniskasi visual terutama dalam marketing, branding dan corporate identity.

Alam bawah sadar kita sudah terlatih untuk memberikan respon tertentu terhadap warna namun hal ini sangat dipengaruhi oleh budaya seperti warna hitam yang dipakai dieropa untuk acara kematian sedangkan pada budaya china justru warna putihlah yang dipilih. Warna dapat menyampaikan pesan sublimasi tentang persepsi dan indra sensori manusia yang akhirnya dapat mengubah cara kita berpikir tentang sebuah subjek. Sejak manusia purba hingga manusia modern, kita bergantung pada kemampuan kita mengindentifikasi warna demi kelangsungan hidup mulai dari membedakan makanan yang beracun hingga pada rambu lalu lintas.
Begitu pentingnya arti warna dalam kehidupan sehingga pada dunia desain penting sekali untuk memahami arti dari warna beserta efek emosional dan psikologis yang ditimbulkannya. Berikut ini adalah kilasan dari arti warna-warna secara umum untuk desain logo yang baik.

Merah atau Red

Warna ini sering digunakan dalam desain logo untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan terbukti dapat meningkatkan gairah, rasa lapar hingga meningkatkan tekanan darah dan kadar adrenalin dalam darah. Arti dari warna merak ini adalah: Aksi, Petualangan, agresif, Darah, Bahaya, Energi, semangat, Cinta, Hasrat, Kekuatan dan Tenaga.

Merah Muda



Merah muda mewakili bagian feminin dari kehidupan manusia yang menggambarkan kelembutan dan cinta. Terkadang warna ini selain dianggap romantis juga terasosiasi dengan sifat kekanak-kanakan. Merah muda adalah varian lembut dari warna merah dan sering dimanfaatkan untuk menambahkan kesan feminin dalam sebuah logo. Selain itu warna merah muda atau pink ini dapat pula melambangkan perasaan yang halus, kewanitaan dan kemurnian serta karena gencarnya kampanye kesadaran terhadap penyakit kini warna ini sudah mulai terasosiasi dengan kanker payudara.

Oranye atau Merah Jambon atau Orange
Warna oranye atau merah jambon ini paling luas digunakan karena banyak sekali aspek yang terwakili oleh warna ini mulai dari kreatifitas, semangat, senang, periang, semangat tinggi dan antusiasme. Warna ini banyak sekali ditemukan dalam desain logo yang ingin menciptakan kesan bermain (playfulness) dan untuk menstimulasi sensori keriangan hingga selera makan.

Kuning atau Yellow
Warna ini adalah warna terkuat setelah merah yang sangat intens sehingga bila dipakai terlalu banyak akan menimbulkan kelelahan karena itu pakailah warna ini dengan sangat hati-hati dan seperlunya saja. Warna kuning ini melambangkan perhatian, keceriaan, bahagian, ingin tahu, senang, positif dan hangat. Sebagai warna yang cerah dan memiliki daya tarik yang paling tinggi dibandingkan dengan warna lain maka warna ini sering dipakai untuk rambu lalu lintas yang melambangkan hati-hati.

Hijau atau Green


Logo Perusahaan Pet's Jungle

Warna hijau mewakili kehidupan, kesegaran, lingkungan hidup dan pembaharuan. Warna hijau membangkitkan emosi yang menenangkan tetapi juga dapat berarti kurang pengalaman seperti dalam kiasan “masih hijau”. Akhir-akhir ini warna hijau kembali dalam panggung trend para desainer dengan slogan eco friendly dan kembali kealam. Warna hijau ini banyak dipakai dalam desain brosur, leaflet, x-banner, roll up banner, poster hingga spanduk bagi perusahaan yang ingin mencitrakan perusahaan mereka sebagai ramah lingkungan seperti green peace. Banyak unit bisnis yang sekarang mulai memakai warna hijau ini untuk menarik perhatian pelanggan dalam meningkatkan penjualan mereka karena meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya kelestariaan alam, hidup harmonis dengan alam hingga berbagai gerakan penghijauan seperti menanam seribu pohon trambesi bahkan di indonesia kesadaran akan lingkungan ini telah jauh meningkat dengan terjunnya konglemerasi dalam kegiatan yang berbau pelestarian lingkungan.

Biru atau Blue
Biru termasuk salah satu warna yang paling populer dalam desain logo bahkan hampir 83% orang mencantumkan warna ini sebagai salah satu warna favorit mereka. Langit dan lautan yang berwarna biru melambangkan sesuatu yang luas dan tanpa batas. Biru juga menggambarkan rasa tenang, berwibawa, percaya diri, kesetiaan dan kesuksesan. Warna ini bahkan dipakai pada hampir semua logo perusahaan Top 500 Fortune diamerika serikat dan bukan hanya para pebisnis yang menyukai warna ini, para tokoh super hero seperti superman, spiderman atau wonder women selalu memakai kostum dengan aksen biru tersebut.

Ungu atau violet
Pada zaman dahulu warna ini terasosiasi dengan kerajaan dan mewah karena proses pembuatan warna ungu ini sangatlah sulit. Pada saat ini warna ini melambangkan kemewahan, misteri, fantasi, kecerdasan, spiritual dan bangsawan.

Coklat atau Brown


Desain Logo Cafe Coffee Drips

Warna ini melambangkan kesederhanaan, membumi, rendah hati, terpercaya dan serius. Salah satu logo terkenal yang memakai warna coklat adalah UPS sebuah perusahaan pengiriman barang ekspedisi karena warna ini juga melambangkan daya tahan.

Hitam atau black
Hitam banyak dipakai dalam logo yang melambangkan teknologi, kecanggihan, klasik, konservatif. Warna hitam termasuk salah satu dari warna netral yang hampir dapat dipastikan cocok dengan warna lain apapun.

Dari penjabaran diatas warna-warna yang bisa ditemukan pada desain logo dan bagaimana setiap desainer dan para marketer sudah harus memikirkan warna sejak pertama kali bekerja dengan mempertimbangkan segala makna dari warna yang akan dipilih atau tidak akan dipilih. Satu hal yang patut diingat adalah psikologi warna dan efek emosinalnya terkait erat dengan budaya dan proses penciptaan dan pencitraanya berubah sepanjang waktu dan tempat.
01.22Sablon Kaos Satuan

Harga Desain Logo Perusahaan Terkenal

Berikut ini adalah harga dari beberapa logo perusahaan yang sudah banyak dikenal, beberapa diantaranya bernilai sangat tinggi yang bahkan harganya mencapai triliunan rupiah! Yang menarik adalah logo Google ternyata didesain oleh salah satu pendirinya, Sergey Brin, dan merupakan salah satu logo termurah dalam daftar ini. Kemudian yang menjadi pertanyaan kriteria apa saja yang membuat logo ini menjadi bernilai sangat tinggi?









Pepsi logo price tag: $1.000.000 (sekitar Rp 9.5 miliar)


Logo Pepsi terbaru didesain oleh Arnell Group pada tahun 2008. Harga yang tersebut termasuk dalam satu paket branding.









BBC logo price tag $1.800.000 (sekitar Rp 17 miliar)


Logo BBC telah didesain ulang pada tahun 1997.









British Petrol (BP) logo price tag $211.000.000 (sekitar Rp 2 Triliun)


Logo BP telah didesain ulang pada tahun 2008.









Google logo price tag $ 0


Logo asli Google didesain oleh Sergery Brin, salah satu pendiri Google pada tahun 1998. Logo ini telah mengalami beberapa kali penyempurnaan, akan tetapi konsep asli masih tetap utuh.









Coca-Cola logo price tag $ 0


Logo Coca-Cola dibuat oleh John Pemberton dan Frank Mason pada tahun 1885. Jenis huruf yang digunakan adalah Spencerian script, yang dikembangkan pada pertengahan abad 19 dan merupakan bentuk dominan tulisan tangan formal di AS pada waktu itu.









London 2012 Olympic logo price tag $ 625.000 (sekitar Rp 5,9 miliar)


Logo Olimpiade 2012 didesain oleh Wolff Ollins pada tahun 2007.









NeXT logo price tag $100.000 (sekitar Rp 950 juta)


Logo NeXT didesain oleh Paul Rand untuk Steve Jobs di tahun 1986









Nike logo price tag $35 (sekitar Rp 330.000)


Logo Nike didesain oleh Carolyn Davidson pada tahun 1975. Harga tersebut hanya untuk desain logo, yang kemudian telah disempurnakan akan tetapi konsep asli masih tetap utuh seperti halnya Google dan Coca Cola. Nike kemudian membagikan sahamnya kepada Carolyn Davidson, yang sekarang bernilai lebih dari $600.000.









Twitter logo price tag $ 15 (sekitar Rp 142.000)


Logo Twitter didesain oleh Simon Oxley pada tahun 2009.






sumber

Desain Logo

Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai ganti dari nama sebenarnya.
Peranan sebuah logo begitu penting bagi sebuah merek produk ataupun perusahaan/lembaga. Logo adalah identitas yang melambangkan si pemilik identitas, sejauh mana sebuah logomampu menjelaskan karakter atau ciri khas pemiliknya sangat tergantung kepada imajinasi, kreatifitas dan kemampuan teknis pembuatnya.

20 Contoh Logo dengan Ruang Kosong

Logo dengan ruang kosong atau ruang negatif seringkali menjadikannya unik dan terlihat kreatif. Hal ini sekaligus dapat menghemat tinta warna ketika mencetak sebuah logo, cara yang hebat. Banyak dijumpai logo yang menarik, indah dan sukses adalah logo yang beda namun mudah ditangkap pesan yang ingin disampaikan dan trik penggunaan ruang kosong adalah cara yang paling sering dipakai untuk mencapai hal tersebut.


15.57Sablon Kaos Satuan

Logo2 Terkenal dg Simbol Tersembunyi


Logo dalam perannya sebagai identitas tentu tidak cukup hanya mengandalkan tampilan bentuk yang memukau secara estetika, tapi logo juga harus punya makna dan filosofi yang akan terus membuatnya unik dan berbeda dari yang lain. Filosofi dan makna dalam sebuah logo terkadang tidak harus diutarakan secara gamblang. Logo-logo perusahaan dibawah ini adalah contoh yang baik dalam menyampaikan makna dan filosofi dengan cara tersembunyi, sehingga tetap membuat penasaran dan berkesan bagi orang yang melihatnya.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis



Desain grafis merupakan cabang ilmu dari seni visual yang tidak bisa lepas dari ilmu psikologi. Peran psikologi dalam desain grafis meliputi bagaimana seseorang secara psikis merespon tampilan visual disekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari teori psikologi sangat dianjurkan bagi
desainer grafis untuk menciptakan tampilan visual yang cerdas dan efektif. Salah satu teori psikologi yang paling populer dan banyak digunakan dalam desain grafis adalah teori Gestalt.

Logo baru Starbucks


Starbucks, perusahaan raksasa dalam jaringan kopi internasional mengumumkan redesign logo mereka di awal 2011. Perubahan pada logo tidak signifikan, Starbucks tetap menjaga substansi dari logo awal berupa ikon putri duyung (siren) dan warna hijau. Hanya bagian nama dan tanda bintang pada logo yang dihilangkan, Sehingga, banyak kalangan menilai bahwa Starbucks mengikuti jejak perusahaan-perusahaan lain seperti Shell, Nike, dan Apple yang telah lebih dulu mengambil langkah ini (Logo tanpa nama).

Bikin Logo!? Anak Kecil juga Bisa!

Judul yang menarik bukan?? Menimbulkan banyak makna: bisa jadi memang semua orang bisa membuat logo, karena anak kecil saja bisa. Bisa juga bermaksud menyindir: karena anak kecil di anggap masih amatir.

Desainer logo dituntut memiliki kreatifitas dan kemampuan yang luar biasa. Namun bagaimana mengukur tingkat kreatifitas dan kemampuan seorang desainer logo? Saya pribadi susah menjawabnya. Namun bagi orang awam, hal ini sederhana. Mereka mengukur kreatifitas dan kemampuan desainer logo dari bentuk yang dibuat! Sesederhana itukah!? Bisa iya, bisa juga tidak. Saya pribadi kurang sependapat dengan pemahaman seperti itu tentang sebuah logo.

Berdasarkan pengalaman saya, yang masih terus mencoba untuk menjadi desainer logo yang “kreatif dan memiliki kemampuan luar biasa” (semoga saya bisa menjadi seperti itu), saya pernah mendapati klien yang luar biasa membuat saya pusing. Seolah-olah dia mengerti bagaimana membuat logo yang benar. saya menghormati perkataan-perkataan beliau karena saya sendiri tidak berani menjamin kalau saya adalah seorang desainer logo yang baik, setidaknya saya mengerti sedikit mengenai logo dan tau apa yang sedang saya kerjakan.

Dia beralasan tidak punya bakat menggambar (padahal tidak semua desainer bisa menggambar), jadinya dia meminta saya untuk membuat logo usahanya, dan saya menyanggupinya. Saya tipe desainer yang menyukai konsep sederhana (simple) dalam membuat logo. Dan jadilah sebuah logo yang cukup sederhana. Logo tersebut saya buat dengan mempertimbangkan kaidah dan prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam mentransfer pesan melalui sebuah logo, hal-hal yang memang seharusnya penting untuk selalu diperhatikan oleh desainer logo.

Namun apa yang terjadi?? Logo tersebut di bilang jelek, terlalu sederhana, dan kurang menarik. Fuih!! Sabar..sabar.. Kadang kala, sebagai desainer memang harus banyak sabarnya menghadapi klien yang seperti ini. Jadi saya pun bertanya bagian mana yang harus direvisi. "Logo tersebut terlalu mudah untuk ditiru, anak kecil saja bisa membuatnya!!" Begitu ujarnya.

JedaarrRR!!
Walah, ternyata begini pemahaman dia mengenai logo, saya pikir seperti apa, sayapun kemudian tersenyum.

Seperti kita ketahui, membuat logo membutuhkan proses yang menjadikan logo itu unik dan orisinil serta baik dari segi makna sebagai identitas. Karena itu, logo yang baik tidak bisa dilihat dari bentuk visualnya saja (yang terlihat), banyak faktor lain dibelakangnya (yang tidak terlihat) yang menjadikan logo itu baik dan mampu mewakili entitas usaha dalam jangka waktu yang sangat lama..

Sebuah logo itu tidak dilihat dari rumit bentuknya, juga bukan soal gampang ditiru dan gampang dibuat. Logo-logo yang sukses seperti Nike, Adidas, Apple memiliki bentuk yang sangat sederhana. Saya berani jamin anak tetangga saya yang belum sekolahpun bisa menirunya! Apa susahnya meniru logo Nike!? Saya juga jamin kamu-kamu pasti bisa membuatnya.

Karena bentuk bukanlah segalanya yang membuat logo itu bagus. Bagi saya sendiri “Ide” lah yang merupakan faktor penting, tanpa menyampingkan faktor lain seperti proses dan penerapan prinsip-prinsip desain yang juga sangat penting..

Karena ide itulah yang membuat desainer grafis disebut kreatif. Ide membuat logo menjadi kuat secara makna dan berkualitas dalam tampilan. Kenapa sebelum ada logo Apple, tidak ada orang lain yang membuatnya?? Karena mereka tidak terpikirkan hubungan logo Apple tersebut dengan komputer, namun karena ide yang unik dan menyambungkan paham itulah yang menjadikan logo tersebut bagus, menarik dan tentu saja harganya selangit.


Kesimpulan
Logo tidak dilihat hanya dari bentuk. Jika ada seorang desainer yang selalu membuat logo yang rumit dan susah ditiru namun tidak mengerti konsep, Saya bisa bilang dia belum bisa dikatakan desainer yang baik. Intinya jika ingin menjadi desainer logo dan membuat logo yang “layak” di katakan logo, harus mengerti konsep dan memperhatikan hal-hal yang membuat logo itu “layak” dan mampu bekerja secara efektif sebagai identitas bagi entitas yang diwakilinya.

Terima kasih buat desainstudio.com yang memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi pengalaman kepada pembaca. Semoga kita bisa menjadi desainer logo yang kreatif dan memiliki kemampuan yang luar biasa.

Author: Ikaz Narsis adalah seorang Freelance Graphic Designer dan juga seorang blogger. Sering berbagi Tutorial dan tips tentang desain disitus pribadinya, zonanarsis.com

sumber

47 Aturan Membuat Logo


Membuat logo dan desain logo mempunyai aturan dan beberapa hal sebagai catatan khusus. 46 Aturan Membuat Desain Logo mengungkap tabir dibelakang proses pembuatan logo bisnis dan perusahaan. Aturan ini adalah aturan tidak baku tapi selalu dipakai setiap desainer logo dalam proyek pembuatan logo.

Logo adalah perwakilan secara visual sebuah perusahaan bisnis atau organisasi yang membentuk pondasi identitas korporasi. Logo adalah sebuah nama, simbol, lukisan huruf (monogram), emblem, merk dagang, atau alat grafis lainnya yang didesain untuk kemudahan dan mendifinisikan pengenalan oleh target konsumen darisebuah perusahaan.

Sejarah singkat tentang logo
Desain logo mempunyai akar sejarah pada negeri Yunani kuno dengan penggunaan lambang yang terdiri atas satu atau dua huruf. Hal ini umumnya mewkili inisial nama seseorang atau tempat untuk digunakan sebagai alat tulis atau tanda simbol. Pada waktu sebelumnya mata uang koin Yunani dan Romawi melahirkan logo dari mistar atau kota.

Selama pertengahan, logo serupa banyak terlihat pada penggunaan hiasan gereja dan keperluan komersil. Pada abad 13, penggunaan bentuk simbol sederhana ini telah meningkat pada merk dagang untuk jual beli. Contoh awal desain logo ini termasuk tanda untuk rumah pejabat, pandai emas, pembuat kertas dan kebangsawanan. Pada tahun 1700an, tiap-tiap pedagang produsen distributor dan pengecer punya satu merk dagang atau cap.

Revolusi industri mengakibatkan satu keuntungan dramatis pada nilai da kepentingan dari sebuahmerk dagang. Pada tahun 1900an, dengan adanya kemunculan dari korporasi nasional dan internasional, merk dagang mulai berubah menjadi lebih dari sekedar sebuah simbol, menggunakan desain sistem yang lebih besar untuk menyatukan komunikasi, untuk memenuhi tujuan yang sudak diidentifikasi.

Sekarang, logo perusahaan telah menjadi wajah dari bisnis dan ekonomi kita. Masyarakat umum telah menjadi sangat mau merespon terhadap logo, arti logo, dan apa yang diimplementasikan. Karena perbedaan produk dan jasa tersedia, kebutuhan untuk inovatif dan kepahaman identitas desain logo dan perusahaan adalah pusat kesuksesan sebuah perusahaan. Seringkali logo dibuat dengan dimulai dari brief dan penelitian barulah kemudian membuat sketsa logo kemudian barulah mendesainnya di komputer melaluisoftware vektor seperti artikel membuat logo dengan CorelDraw.

47 Aturan Membuat Desain Logo
  1. Tidak boleh menggunakan lebih dari 3 warna.
  2. Hilangkan semua hal yang tidak perlu atau tidak penting dalam logo tersebut.
  3. Tulisan harus bisa dengan mudah terbaca, gunakan ukuran dan font yang sesuai.
  4. Logo dibuat harus bisa dikenali dengan mudah, biasanya menggunakan bentuk sederhana.
  5. Buat logo dengan bentuk dan layout yang unik.
  6. Lupakan apapun yang dipikirkan oleh orang terdekat Anda, ingat Anda membuatnya untuk siapa.
  7. Buat lebih dari 3 (tiga) opsi pilihan dengan karakter yang berbeda.
  8. Tidak boleh mengkombinasi logo yang sudah ada apalagi terkenal dan melabelnya menjadi karya sendiri.
  9. Tidak boleh menggunakan clipart / gambar kartun yang sudah punya arti sendiri sebelumnya.
  10. Logo harus bisa dibuat menjadi warna hitam putih tanpa menghilangkan bentuk asli logo berwarna.
  11. Logo harus bisa dipastikan bisa dikenali walaupun dengan warna yang dibalik (invert).
  12. Logo harus bisa dikenali ketika diubah ukurannya, terlebih dengan ukuran terkecil ketika dipakai pada produk tertentu.
  13. Jika logo terdiri atas ikon atau simbol tertentu, termasuk tulisan, letak harus bisa dikatakan bahwa mereka saling berlawanan / komplemen / berbeda satu sama lain.
  14. Hindari penggunaan tren logo terbaru, buat logo bisa dipakai sepanjang jaman.
  15. Jangan menggunalan efek spesial (masih boleh coba dihindari jika menggunakan gradasi, bayangan, efek cermin, dan cahaya berpendar).
  16. Sesuaikan layout logo berbentuk segitiga jika memungkinkan, hindari possible, hindari layout yang tidak dikenali secara bentuk visual (tak beraturan / abstrak).
  17. Hindari detail yang ribet, ruwet dan membingungkan.
  18. Pertimbangkan bagaimana logo akan disajikan dan tempat berbeda meletakkannya.
  19. Citrakan logo yang berani dan percaya diri / yakin, jangan dunakan yang lemah dan kusam / tumpul.
  20. Sadari bahwa Anda tidak membuat logo yang sempurna.
  21. Gunakan garis yang tebal untuk bisnis yang tajam, garis lembut untuk bisnis yang lembut, sesuaikan gaya / style dengan bisnis.
  22. Logo harus bisa mewakili apa yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan.
  23. Sebuah gambar foto tidak dibuat untuk sebuah logo.
  24. Buat presentasi kepada konsumen anda mengejutkan dan berpikirlah diluar kotak untuk itu.
  25. Tidak boleh menggunakan jenis font / huruf lebih dari dua.
  26. Setiap elemen logo harus disejajarkan / diratakan. Rata tengah samping kiri, kanan, atas, dan bawah.
  27. Logo harus terlihat utuh, solid, tidak ada jejak yang tidak perlu.
  28. Cari tahu siapa saja yang akan melihat/menikmati logo tersebut sebelum anda berpijak untuk memikirkan ide desain logo.
  29. Selalu pilih kegunaan / fungsi daripada inovasi.
  30. Jika nama / brand dikenali dan diingat, buatlah itu menjadi sebagai sebuah logo.
  31. Logo harus dikenali ketika dibuat efek mirror atau dibalik kiri/kanan/atas/bawah.
  32. Meskipun sebuah perusahaan yang besar sekalipun membutuhkan logo yang kecil/sesuatu yang mudah.
  33. Semua orang harus suka logo tersebut, tidak hanya yang memakai tetapi juga yang sekedar melihatnya.
  34. Buatlah bervariasi. Lebih bervariasi, semakin Anda mendapatkan logo yang tepat.
  35. Logo harus dipakai secara konsisten dalam segala kegunaan yang berbeda. Warna, bentuk, atau hal semacamnya. Kondisi atau keadaan logo terlihat sama.
  36. Logo harus mudah dideskripsikan / dijelaskan maksudnya.
  37. Tidak boleh menggunakan tulisan / kalimat sebagai sebuah logo.
  38. Buatlah ide desain menggunakan sketsa gambar terlebih dulu menggunakan kertas dan pensil kemudian anda bisa bernjak untuk membuatnya menjadi logo digital memakai komputer.
  39. Tetap gunakan logo yang sederhana.
  40. Jangan gunakan simbol globe dunia.
  41. Logo yang dibuat tidak boleh mengacaukan / mengalihkan fokus (distract).
  42. harus jujur terhadap apa yang ingin disampaikan dan apa yang diwakili, tidak dibuat-buat menjadi sesuatu yang bagus tapi tak mewakili artinya / tidak sesuai.
  43. Logo harus seimbang secara visual, keseimbangan dalam nirmana juga.
  44. Hindari menggunakan cahaya warna yang terang/menyala, neon/berpendar, gelap dan kusam.
  45. Master logo digital dibuat dalam format vektor agar proses perubahan ukuran tidak berubah (bitmap akan blur ).
  46. Jika sudah deal dalam desain logo, bila memungkinkan buatlah rangkaian tata cara membuat logo tersebut menggunakan software desain grafis tertentu, semacam tutorial. Hal ini akan memudahkan sepeninggal Anda untuk membuatnya ulang, disamping itu juga penikmat logo akan lebih mengenal logo jika itu diesebarluaskan.
  47. Logo yang dibuat tidak boleh melanggar satupun dari apa yang disampaikan diatas.

Apa yang membuat logo menjadi menarik dan bagus? Merk dagang harus mencitrakan pada bentuk yang paling sederhana pada karakteristik penting dari produkatau institusi yang diiklankan (Paul Rand).

Tentang logo


  • Logo bukanlah hanya sebuah tanda/symbol
  • Logo mampu merefleksikan logo sebuah perusahaan/product dengan penggunaan shape, font dan warna.
  • Sebuah logo harus mampu mengindikasikan kualitas dan identitas perusahaan/produk.
  • Salah satu fungsi dari logo adalah untuk membuat sebuah image yang mudah diingat dan mudah dikenali klien atau konsumen

Prinsip Desain Logo
  • Simple & Sederhana
  • Memorable & mudah di ingat
  • Tahan lama & tidak ketinggalan jaman
  • Scalable & fleksibel dalam hal ukuran
  • Appropriate : cocok dengan perusahaan/produk yang diidentifikasikannya